twitter data mapping

Test Twitter Data Mapping – Arcgis Online

July 9, 2017 56 0

 

Twitter adalah salah satu media sosial populer untuk saat ini, sebagaimana Facebook, Google+, Pinterest, Myspace, dll. Keunikan dari Twitter dibandingkan dengan jejaring sosial lainnya adalah batasan 140 karakter untuk setiap tweet (kicauan), sehingga layanan ini biasa pula disebut dengan istilah microblogging (Bonzanini, 2016). Twitter juga popular dengan penggunaan istilah hashtag sebagai cara untuk mengelompokkan tweets dan memungkinkan pengguna mengikuti topik tertentu (Bonzanini, 2016). Sebuah hashtag adalah semacam kata kunci yang diawali dengan simbol #, misalnya #lebaran (digunakan untuk menampilkan tweet berkaitan dengan lebaran) atau #Pilkada (untuk menampilkan tweet tentang Pilkada, yang menjadi tren pada saat Pilkada serentak beberapa bulan lalu). Kata kunci berbasis hashtag merupakan salah satu cara yang digunakan dalam penelitian ini untuk menentukan jenis informasi yang akan dikumpulkan. Adapun hashtag dipilih berdasarkan apa yang sedang menjadi tren di Twitter sebagaimana biasanya tertera di halaman muka akun Twitter.

READ  Analisis Peta: Ekstraksi Informasi Metrik pada Peta

Data tweets dengan hashtag tertentu yang diunggah pada rentang waktu tertentu pula dapat ditambang atau dikumpulkan dan diolah lebih lanjut. Salah satu bentuk pengolahan data yang dapat dilakukan ialah dengan memetakannya. Pemetaan data yang diperoleh dari Twitter akan sangat membantu dalam melakukan analisis terhadap topik-topik yang sedang ramai diperbincangkan di Twitter, khususnya dengan mendasarkan pada sebaran lokasi users yang ikut membuat tweet dengan topik serupa. Pemetaan bisa dilakukan mengingat penambangan data Twitter tidak hanya menghasilkan informasi nama akun yang melakukan tweet beserta waktu dan isi tweetnya saja, melainkan juga data mengenai lokasi.

Data lokasi tweet dapat diketahui karena adanya dua fitur yang disematkan pada setiap akun Twitter. Fitur yang pertama adalah untuk menambahkan informasi lokasi tempat tinggal pengguna yang bisa disetting dalam menu pengaturan akun. Chin (2016) menyatakan bahwa beberapa orang menggunakan kode area, nama universitas, dan singkatan bandara untuk menggambarkan lokasi mereka. Dengan demikian, data lokasi yang diinputkan pada fitur ini bisa dikatakan cenderung tidak langsung merujuk pada satu titik pasti. Meskipun sebenarnya terdapat pula beberapa akun yang mengisikan data lokasi ini menggunakan koordinat. Adapun fitur yang kedua adalah fitur lokasi yang bisa diaktifkan dan dinonaktifkan ketika pengguna akan membuat suatu tweet. Pengaktifan fitur ini akan memberikan informasi posisi absolut (koordinat lintang dan bujur) sesuai dengan lokasi dimana tweet dibuat.

READ  Ebook: Tutorial Menganalisis Data dengan QGIS dan InaSAFE [Tingkat Dasar]

Referensi:

  • Bonzanini, Marco. 2016. Mastering Social Media Mining with Python. Birmingham, United Kingdom: Packt Publishing Ltd.
  • Chin, D., Zappone, A. and Zhao, J. 2016. Analyzing Twitter Sentiment of the 2016 Presidential Candidates.
Test Twitter Data Mapping – Arcgis Online
5 (100%) 9 votes

Tags: peta, sosial media, spatial data mining, twitter Categories: Data Spasial, GIS, Social Media Mapping, Spatial Data Mining
share TWEET PIN IT SHARE share share
mm Rifki Fauzi

Seorang mahasiswa di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, yang mulai menemukan minatnya di dunia pemetaaan, khususnya WebGIS. Sejauh ini cukup paham dengan Geoserver, MS4W, Arcgis Server, Leaflet Js, Openlayers, Google Map API, PostGIS/PostgreSQL, dan SQL Server.

Related Posts
Leave a reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *