Klasifikasi pengertian jenis macam proyeksi peta adalah

Pengertian & Klasifikasi (Jenis/Macam) Sistem Proyeksi Peta

February 1, 2018 358 2

Pengertian Proyeksi Peta
Proyeksi peta adalah cara penggambaran garis-garis meridian dan paralel dari globe ke dalam bidang datar. Contoh sederhana pembuatan peta dengan menggunakan proyeksi adalah seperti pada waktu kita mengeluapa buah jeruk, kemudian kulit jeruk tersebut kita lembarkan (Danang Endarto, 2009)

Pengertian Distorsi
Penggambaran muka bumi yang bulat serupa bola (elipsoid) ke bidang datar akan mengakibatkan penyimpangan penyimpangan dari bentuk aslinya. Penyimpangan-penyimpangan ini disebut distorsi. Distorsi dari bola bumi ke peta pada bidang datar antara lain tidak sama luas, tidak sama bentuk, tidak sama jarak, dan tidak sama arahnya. Ahli pembuat peta (kartograf) secara metematis membuat proyeksi dengan tujuan untuk memperkecil distori (Iskandar, 2009).

Klasifikasi (Macam/Jenis) Proyeksi Peta
Proyeksi peta dapat diklasifikan menjadi beberapa macam/jenis berdasarkan bidang proyeksi yang digunakan, posisi sumbu simetri bidang proyeksi, kedudukan bidang proyeksi terhadap bumi, dan ketentuan geometrik yang dipenuhi (Mutiara, Ira A, 2004).

Jenis-jenis proyeksi peta menurut bidang proyeksi yang digunakan

  • Proyeksi Azimuthal >>> Bidang proyeksi yang digunakan adalah bidang datar. Sumbu simetri dari proyeksi ini adalah garis yang melalui pusat bumi dan tegak lurus terhadap bidang proyeksi.
  • Proyeksi Kerucut (Conic) >>> Bidang proyeksi yang digunakan adalah kerucut. Sumbu simetri dari proyeksi ini adalah sumbu dari kerucut yang melalui pusat bumi.
  • Proyeksi Silinder (Cylindrical) >>> Bidang proyeksi yang digunakan adalah silinder. Sumbu simetri dari proyeksi ini adalah sumbu dari silinder yang melalui pusat bumi.
READ  Analisis Peta: Ekstraksi Informasi Metrik pada Peta

Jenis-jenis proyeksi peta menurut posisi sumbu simetri bidang proyeksi yang digunakan

  • Proyeksi Normal (Polar) >>> Sumbu simetri bidang proyeksi berimpit dengan sumbu bumi
  • Proyeksi Miring (Oblique) >>> Sumbu simetri bidang proyeksi membentuk sudut terhadap sumbu bumi
  • Proyeksi Transversal (Equatorial) >>> Sumbu simetri bidang proyeksi tegak lurus terhadap sumbu bumi

Macam-macam proyeksi peta berdasarkan kedudukan bidang proyeksi terhadap bumi

  • Proyeksi Tangent (Menyinggung) >>> Apabila bidang proyeksi bersinggungan dengan permukaan bumi
  • Proyeksi Secant (Memotong) >>> Apabila bidang proyeksi berpotongan dengan permukaan bumi

Macam-macam proyeksi peta berdasarkan ketentuan geometrik yang dipenuhi

  • Proyeksi Ekuidistan >>> Jarak antara titik yang terletak di atas peta sama dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi (dengan memperhatikan faktor skala peta)
  • Proyeksi Konform >>> Besar sudut atau arah suatu garis yang digambarkan di atas peta sama dengan besar sudut atau arah sebenarnya di permukaan bumi, sehingga dengan memperhatikan faktor skala peta bentuk yang digambarkan di atas peta akan sesuai dengan bentuk yang sebenarnya di permukaan bumi.
  • Proyeksi Ekuivalen >>> Luas permukaan yang digambarkan di atas peta sama dengan luas sebenarnya di permukaan bumi (dengan memperhatikan faktor skala peta)
READ  Mengenal Perbedaan Peta Topografi dan Peta Rupabumi Indonesia (RBI)

Pemilihan Proyeksi Peta
Dalam memilih proyeksi peta yang akan digunakan, terdapat beberapa hal yang harus dipertimbangkan, yaitu (Mutiara, Ira A, 2004):

  1. Tujuan penggunaan dan ketelitian peta yang diinginkan
  2. Lokasi geografis dan luas wilayah yang akan dipetakan
  3. Ciri-ciri asli yang ingin dipertahankan atau syarat geometrik yang akan dipenuhi

Dalam melakukan pemilihan proyeksi peta sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut ini (Mutiara, Ira A, 2004):

  • Pemetaan topografi suatu wilayah memanjang dengan arah barat-timur, umumnya menggunakan proyeksi kerucut, normal, konform, dan menyinggung di titik tengah wilayah yang dipetakan. Proyeksi seperti ini dikenal sebagai proyeksi LAMBERT.
  • Pemetaan dengan wilayah yang wilayah memanjang dengan arah utara-selatan, umumnya menggunakan proyeksi silinder, transversal, konform, dan menyinggung meridian yang berada tepat di tengah wilayah pemetaan tersebut. Proyeksi ini dikenal dengan proyeksi Tranverse Mercator (TM) atau Universal Tranverse Mercator (UTM).
  • Pemetaan wilayah di sekitar kutub, umumnya menggunakan proyeksi azimuthal, normal, konform. Proyeksi ini dikenal sebagai proyeksi stereografis.
READ  Module: How to Collecting Spatial Data using OpenStreetMap (OSM) [Beginner Level]

DAFTAR PUSTAKA

Endarto, Danang, Sarwono & Singgih Prihadi. (2009). Geografi 3 untuk SMA/MA Kelas XII. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Iskandar, L. (2009). Geografi 3 Kelas XII SMA dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Mutiara, Ira. (2004). Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Teknis Pengukuran dan Pemetaan Kota: Bab VI. Proyeksi Peta. Surabaya: Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Diakses dari http://oc.its.ac.id/ambilfile.php?idp=371

Pengertian & Klasifikasi (Jenis/Macam) Sistem Proyeksi Peta
4.8 (95%) 12 votes

Tags: jenis-jenis proyeksi peta, klasifikasi proyeksi peta, macam-macam proyeksi peta, pengertian distorsi, pengertian proyeksi peta, proyeksi peta Categories: Cartography, Kartografi, Peta, Proyeksi Peta
share TWEET PIN IT SHARE share share
mm Rifki Fauzi

Seorang mahasiswa di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, yang mulai menemukan minatnya di dunia pemetaaan, khususnya WebGIS. Sejauh ini cukup paham dengan Geoserver, MS4W, Arcgis Server, Leaflet Js, Openlayers, Google Map API, PostGIS/PostgreSQL, dan SQL Server.

Comments
  1. -

    hello! i am sorry because i speak English not good. but can you help me something about geoservers?
    i add style .SLD for layers. then i can not review this layers and instead download wms? i will try but i can not fix error! can you help me!

    1. mm

      -

      Hello,

      I guess your * .sld don’t match with your layer/shapefile.
      Try this step:
      1. Add your Geoserver layer to QGIS. (Tab Layer > Add Layers > Add Postgis Layers > Add connection > Choose the layer)
      2. Map/layer symbolization
      3. Save style to *.sld
      4. Upload your *.sld to Geoserver (Data > Styles)
      5. Add *.sld to Geoserver layer that you import to QGIS on the step 1 (Data > Layers > Publishing > Layer Settings)

      or, You can publish layer and style to Geoserver at the same time using Geoserver Explorer plugin on QGIS.

Leave a reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *