Cara Membuat Kartogram Noncontiguous Contiguous Dorling

Tutorial Membuat Visualisasi Kartogram Dorling dengan R Script

February 28, 2019 176 1

*Ini adalah tutorial kartogram lanjutan postingan sebelumnya yang berjudul: Cara Mudah Membuat Kartogram Contiguous dan Non-Contiguous*

Bagi yang sering bermain dengan analisis data statistik (termasuk dalam pengolahan data satelit penginderaan jauh) dan grafik/diagram tentu sudah tidak begitu asing dengan bahasa dan environment R. R tersedia sebagai perangkat lunak (software) gratis di bawah GNU General Public License dan dapat berjalan pada berbagai platform UNIX (termasuk FreeBSD dan Linux), Windows serta MacOS (r-project.org/about.html).

Sebelum memulai tutorial ini, bagi yang belum punya R di laptop/komputernya silakan download R dulu melalui https://www.r-project.org kemudian install. Setelah itu silakan dilanjut mengunduh RStudio melalui laman https://www.rstudio.com. R dan RStudio adalah paket terpisah. RStudio pada intinya adalah untuk mudahkan penggunaan R (karena mencakup konsol, sintaks editor yang mendukung eksekusi langsung kode, serta alat untuk plotting atau visualisasi, debugging dan manajemen ruang kerja).

READ  Cara Membuat WebGIS dengan Plugin QGIS2Leaf (LeafletJS) di QuantumGIS

Data yang digunakan dalam tutorial ini masih sama dengan tulisan sebelumnya (Cara Mudah Membuat Kartogram Contiguous dan Non-Contiguous). Adapun jenis kartogram yang akan kita buat pada tutorial kartogram dengan bahasa pemrograman R adalah contiguous, non-contiguous, dan dorling. Berikut adalah detail langkahnya:

  • Jalankan RStudio kemudian install package-package (beserta dependencies-nya yang dibutuhkan: ‘cartogram’, ‘maptools’, ‘tmap’, dan ‘rgdal’.
RStudio 1 - Tutorial Membuat Visualisasi Kartogram Dorling R - Install Packages
  • Load package dengan script berikut, dan pastikan tidak ada error:
library(cartogram)

library(maptools)

library(tmap)

library(rgdal)
  • Load data spasial dengan script di bawah ini, dan pastikan tidak ada error:
# dsn adalah directory layer dan layer adalah nama shapefile input

bali <- readOGR(dsn = "X:/SPASIALKAN!/Tulisan Web/Tutorial/Cartogram/data", layer = "bali")

ubah <- spTransform(bali, CRS("+init=epsg:4326"))

Kalau berhasil akan muncul pesan ini:

OGR data source with driver: ESRI Shapefile

Source: "X:\SPASIALKAN!\Tulisan Web\Tutorial\Cartogram\data", layer: "bali"

with 9 features

It has 6 fields
  • Buat kartogram dengan script berikut ini (pilih jenis kartogram yang akan dibuat).:
# Jumlah_Pen adalah nama kolom (field) dari layer “bali” yang akan divisualisasikan menjadi kartogram

# contiguous cartogram

buatkarto <- cartogram_cont(ubah, "Jumlah_Pen", itermax = 5)

# non-contiguous cartogram

buatkarto <- cartogram_ncont(ubah, "Jumlah_Pen")

# dorling cartogram

buatkarto <- cartogram_dorling(ubah, "Jumlah_Pen")
  • Eksport hasil dalam format shapefile dengan script berikut ini:
# dsn adalah directory output dan layer adalah nama shapefile output

writeOGR(obj=buatkarto, dsn="X:/SPASIALKAN!/Tulisan Web/Tutorial/Cartogram/data", layer="buatkarto", driver="ESRI Shapefile")
  • Buka directory output dan olah (simbolisasi) shapefilenya menggunakan aplikasi GIS Desktop, seperti QGIS.
  • Adapun untuk melihat hasil kartogram langsung di menu “Plot” RStudio, silakan jalankan script berikut ini:
plot(buatkarto)
  • Kode di atas hanya akan menampilkan kartogram dalam tampilan hitam (border) – putih. Nah kalau mau visualisasi yang sedikit lebih menarik, dengan simbolisasi, legenda, orientasi, skala, dll, silakan run script berikut ini. (Catatan: bagi yang ingin tampilan lain silakan edit saja scriptnya dengan melihat panduan package “tmap”).
# Pilih style: "fixed", "sd", "equal", "pretty", "quantile", "kmeans", "hclust", "bclust", "fisher", "jenks"

# n = jumlah kelas

# Palette = Color Brewer

# Opsi lain tm_polygons:  alpha = .25, contrast=.7

# Opsi lain tm_layout: bg.color="purple", legend.bg.color = "grey90", legend.bg.alpha=.5, legend.frame=TRUE, 

tm_shape(buatkarto) + tm_polygons(n = 5,"Jumlah_Pen", palette="YlOrRd", style = "jenks", title = "Jumlah Penduduk") +

  tm_layout(frame = FALSE) + 

    tm_compass(type="arrow", position = c("right", "top"), show.labels = 1, cardinal.directions = c("U", "T", "S", "B")) +

      tm_scale_bar() + tm_credits("© 2019 Spasialkan.COM")

Sekian, itulah cara membuat kartogram contiguous, non-contiguous, dan dorling dengan menggunakan script R. Berikut adalah hasil visualisasi kartogram demografi Bali:

Tags: cara membuat, contiguous, dorling, kartogram, noncontiguous, RStudio, tutorial Categories: Analisis Data, Bahasa Pemrograman, Data Spasial, GIS, Kartografi, Kartogram, Tutorial
share TWEET PIN IT SHARE share share
identicon Rifki Fauzi

Alumni kampus biasa-biasa saja, yang mulai menemukan minatnya di dunia pemetaaan, khususnya WebGIS.

Related Posts
Comments
  1. -

    […] Tutorial Membuat Visualisasi Kartogram dengan Bahasa R (RStudio) […]

Leave a reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *