Animasi 3D Gunung Rinjani

Tampilkan Peta (WebGIS) Animasi/Visualisasi 3 Dimensi Gunung Rinjani - spasialkancom


Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani adalah satu-satunya kawasan yang masih relatif utuh untuk memikul beban fungsi sebagai sistem penyangga kehidupan di Pulau Lombok. Pentingnya keberadaan kawasan Gunung Rinjani ditunjukkan dengan hampir sepertiga dari total luas pulau Lombok adalah kawasan Gunung Rinjani. Fungsi utama kawasan ini adalah sebagai daerah tangkapan air bagi wilayah DAS yang ada di pulau Lombok. Kawasan Gunung Rinjani merupakan kawasan yang memiliki keanekaragaman fungsi hutan (Taman Nasional, Hutan Lindung, Hutan Produksi Terbatas dan Tahura). Bentang lahan kawasan Gunung Rinjani meliputi daerah dataran rendah hingga dataran tinggi pada ketinggian lebih 3.000 mdpl. Keanekaragaman hayati yang tercakup di dalamnya sangat tinggi, meliputi berbagai tipe vegetasi hutan, antara lain : vegetasi hutan savana, hutan hujan dataran rendah dan hutan hujan pegunungan. Keanekaragaman fungsi hutan dan keanekaragaman hayati ini semakin menunjukkan bahwa kawasan Gunung Rinjani merupakan salah satu dari beberapa lokasi di Nusa Tenggara yang mendukung ekosistem hutan hujan dan berfungsi sebagai daerah resapan air utama untuk Pulau Lombok (WWF Indonesia Program Nusa Tenggara, 2008).

Semakin meningkatnya jumlah penduduk juga dapat memicu terjadinya kerusakan hutan. Hasil penelitian yang dilakukan WWF Program Nusa Tenggara pada tahun 2008 menyebutkan bahwa penduduk Pulau Lombok berjumlah 2.960.641 jiwa, dari jumlah tersebut hampir 50% (1,5 juta jiwa) mengandalkan sektor pertanian sebagai sumber utama penghasilan dan penghidupannya. Idealnya daya tampung lahan pertanian di Pulau Lombok adalah untuk 1,2 juta jiwa dengan luas kepemilikan ratarata 0,3 ha per jiwa. Padatnya jumlah penduduk yang tidak sesuai dengan daya tampung inilah akan menjadi salah satu faktor utama penyebab kerusakan hutan di kawasan Gunung Rinjani.

Salah satu bagian dari kawasan Gunung Rinjani adalah Taman Nasional Gunung Rinjani yang secara jelas detetapkan sebagai kawasan konservasi. Dengan demikian Taman Nasional Gunung Rinjani sebagai kawasan pelestarian alam harus mempunyai ekosistem asli sebagai aspek pengawetan dan perlindungan, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, dan kegiatan wisata terbatas.

Gunung Rinjani ditetapkan sebagai kawasan Taman Nasional berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 280/Kpts-VI/1997 tanggal 23 Mei 1997 dengan luas 40.000 ha (atau 41.330 ha menurut tata batas). Instansi pengelolanya ditetapkan sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) pada tanggal 31 Maret 1997 dengan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 185/Kpts-VI/1997. (TNGR, 2010).

Sumber:

Praset, Gatut Panggah. 2015. Peran Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani sebagai Pengendali Erosi di DAS Amor-Amor Kabupaten Lombok Utara. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Animasi 3D Gunung Rinjani
5 (100%) 10 votes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *