QGIS Expressions 4 Pengaturan Default Value dan Analisis Overlay dengan Fungsi Aggregate

QGIS Expressions 4 : Pengaturan Default Value dan Analisis Overlay (Fungsi Aggregate)

February 8, 2021 62 0

Pada bagian keempat dari series ini kita akan membahas penerapan QGIS Expressions untuk mengatur default value dari data atribut. Nilai default bisa berasal dari variable dinamis atau nilai layer lain yang tumpang-tindih. Keuntungan penggunaan default value ini adalah kita tidak perlu mengisi atribut data setelah melakukan digitasi, karena nilainya akan otomatis terisi sesuai dengan expression yang digunakan. Prinsip penerapan QGIS Expressions untuk mengatur default value ini mirip dengan trigger function pada database, yang akan otomatis berjalan ketika ada perubahan data.

Berikut adalah sampel data yang digunakan dalam tutorial kali ini. Silakan diunduh dengan kata sandi: Spasialk*n.COMuntukBelajar (* = a)

Setelah data siap, silakan langsung saja buka properties layer yang akan digunakan, kemudian pilih Tab Attributes Form dan pilih dulu field yang akan diatur nilai defaultnya. Adapun pengaturan yang perlu diperhatikan antara lain terkait (i) Alias, (ii) Opsi Editable, (iii) opsi Apply default value on update, dan (iv) expression default value-nya tentu saja.

READ  E-book: Tutorial Data Analysis using QGIS and InaSAFE [Beginner Level]
QGIS Expressions Pengaturan Default Value di Layer Properties

Variabel Dinamis

Bagi yang bingung contoh expressionnya seperti apa, silakan tengok tulisan QGIS Expressions 1 (Koordinat, Panjang, Luas, dan Keliling), QGIS Expressions 2 (Manipulasi Teks atau String), dan QGIS Expression 3 (Select by Expression, Case Statement, dan Teks di Simbol).

Sebagai contoh

  • Membuat kolom creator dan editor dengan salah satu expression berikut (di mana untuk creator opsi Apply default value on update tidak dicentang, sedangkan pada kolom editor opsi tersebut diaktifkan):
@project_author
@user_full_name
@user_account_name 
  • Membuat kolom create dan edit untuk menampilkan kapan feature dibuat dan dimodifikasi dengan salah satu expression berikut (pada kolom create opsi Apply default value on update tidak dicentang, sedangkan pada kolom edit opsi tersebut diaktifkan):
now()

Analisis Overlay (Fungsi Aggregate)

READ  Cara Mudah Membuat WebGIS dengan Google Maps API

Dengan memanfaatkan fungsi aggregate, nilai default dapat diatur mengikuti nilai dari layer lain (yang saling bertumpang tindih). Kurang lebih seperti konsep overlay algoritma intersect. Perbedaannya, jika biasanya sebelum melakukan proses overlay terlebih dahulu semua data harus sudah siap, baik dari sisi atribut maupun geometri/grafisnya, dengan pengaturan default value menggunakan QGIS Expressions (fungsi aggregate) kita bisa melakukan analisis intersect paralel/bersamaan dengan proses digitasi data.

Bagi yang masih bingung dengan penjabaran di atas, berikut ilustrasinya (yang semoga saja bisa membantu):

Ilustrasi QGIS Expressions untuk analisis overlay intersect dengan default value

Sebagai contoh, berikut adalah expressions untuk mengambil nama kecamatan yang bertampalan dengan layer batas administrasi.

aggregate(
     layer:='admin_desa_bantul', --mendefinisikan nama layer yang akan diambil nilainya
     aggregate:='concatenate', --opsi aggregate yang digunakan bisa concacenate, array_agg, concatenate_unique, dll
     expression:=wadmkc, --field nama kecamatan dari layer admin_desa_bantul yang akan digunakan nilainya untuk default value
     concatenator:=', ', --karakter untuk menggabungkan nilai-nilai aggregate (biasanya berguna pada data input berupa garis/area karena memungkinkan bertampalan dengan lebih dari satu administrasi)
     filter:=intersects($geometry, geometry(@parent)) --expression untuk memfilter data yang dimasukkan sebagai default value.
)

Penjelasan expression filter intersect:

$geometry --adalah geometri dari layer di mana expressions aggregate tersebut ditambahkan

geometry(@parent) --adalah geometri dari layer yang didefinisikan dalam parameter layer:=
Contoh field hasil QGIS Expressions untuk analisis overlay intersect dengan nilai default

Implementasi expression dari fungsi aggregate di atas dapat dikembangkan lagi, misalnya untuk:

  • mengambil nilai/nama kecamatan yang pertampalannya paling luas, atau
  • mendeteksi jalan yang berada dalam radius tertentu, menggunakan expression buffer
READ  QGIS Expressions 3 : Select by Expression, Case Statement, dan Teks dalam Simbol/Legenda

Selain itu, dapat digunakan pula menggunakan data analisis lain (tidak hanya administrasi), seperti tutupan lahan, tata ruang, kemiringan lereng, dst.

Referensi: spatialthoughts.com

Tags: Aggregate, Analisis Data, Buffer, Default value, Intersect, Overlay, qgis, QGIS Expressions Categories: Analisis Data, Data Analysis, Data Spasial, GIS, Peta, QGIS, QGIS Expressions, Tutorial, tutorial qgis
share TWEET PIN IT share share
identicon Rifki Fauzi

Alumni kampus biasa-biasa saja, yang mulai menemukan minatnya di dunia pemetaaan, khususnya WebGIS.

Related Posts
Leave a reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *