Tutorial Membuat Peta dengan Style Lego (Lego Map) di QGIS

Tutorial Membuat Peta dengan Style Lego (Lego Map) di QGIS (Bagian Pertama)

May 30, 2020 457 0

Siapa sih yang tidak mengenal lego? Kalaupun belum tahu apa dan seperti apa itu lego, setidaknya pernah lah ya kalau sekedar mendengar istilah lego. Dilansir dari wikipedia, lego adalah sejenis alat permainan bongkah plastik kecil yang terkenal di dunia terutama dikalangan anak-anak atau remaja (laki-laki ataupun perempuan). Bongkah-bongkah ini seperti kepingan beraneka warna dan ukuran yang bisa disusun menjadi model apa saja sesuai keinginan pemiliknya. Misalnya saja menjadi bentuk mobil, kereta api, bangunan, kota, patung, kapal, pesawat luar angkasa atau robot.

Tutorial kali ini, sesuai judul, akan membahas bagaimana membuat peta lego (lego map). Hanya saja, tidak dibutuhkan lego sungguhan dalam proses pembuatannya, mengingat maksud dari lego maps disini adalah model visualisasinya saja yang mirip lego. Alat dan bahan yang dibutuhkan cukup data spasial digital polygon/area (sampel data bisa diunduh melalui link di bawah) dan software QGIS.

Download IGT luas kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah. Sedot Data! (password: TempeLaukku-SpasialkanCOMInspirasiku).

Sebelum masuk ke bagian detail langkah-langkahnya, perlu Saya sampaikan bahwa QGIS yang digunakan adalah versi 3.4.7.

  • Buka QGIS kalian, kemudian buat project untuk peta lego,
  • Tambahkan data spasial ke dalam project,
  • Buat grid dengan mengacu pada data tersebut (menu Vector -> Research Tools -> Create Grid/Vector Grid). Adapun pengaturan yang digunakan adalah Grid type > Rectangle (polygon), Grid Extent > Use Layer Extent, Horizontal dan Vertical spacing > 10 km (1° = 111 km). Silakan sesuaikan saja pengaturannya jika kalian menggunakan data sendiri.
  • Hasil dari layer grid hanyalah grafis grid tanpa menyertakan data atribut dari data spasial acuannya. Oleh karenanya, perlu dilakukan “Join Attributes by Location” terlebih dahulu (menu Vector -> Data Management Tools). Input layer adalah data grid, dan join layernya adalah data spasial awal.
  • Hasil dari proses join adalah grid layer dengan area kajian segi empat, alias tidak mengikuti detail lekuk bentuk batas administrasi. Oleh karena itulah sebaiknya dihapus dulu bagian grid null data yang tidak perlu. Proses ini dapat dilakukan melalui “Attribute Table”, dengan menghapus feature yang tidak memiliki informasi dari field hasil join attributes by location.
Tutorial Membuat Lego Maps Peta Lego - Menghapus Grid Kosong
  • Buat layer titik pusat (centroids) dari layer grid (menu Vector -> Data Geometry Tools),
  • Simbolisasi layer grid dan centroids dengan tipe “Graduated” berdasarkan kolom “luas_ha”. Pengaturan ‘color ramp’, metode klasifikasi, dan jumlah kelas silakan disesuaikan dengan kebutuhan. Yang perlu diperhatikan di sini adalah (i) pengaturan simbol layer grid dan centroids sama, serta (ii) membuat simbol berkesan 3 dimensi dengan menambahkan efek bayangan,
Tutorial Membuat Lego Maps Peta Lego - Proses Simbolisasi Layer
  • Untuk membuat kesan bahwa data yang memiliki nilai (atau kelas klasifikasi) tinggi tervisualisasi dengan tingkat lego yang juga lebih tinggi, maka bisa diaktifkan dan diatur symbols levelnya (catatan: jangan sampai terbalik penentuan urutannya, karena kalau terbalik, visualisasinya bisa berbeda). Adapun pengaturannya untuk layer grid dan centroids sama, yakni simbol bayangan berada lebih rendah dari simbol utamanya.
Tutorial Membuat Lego Maps Peta Lego - Urutan Simbol Level Bawah Atas
Tutorial Membuat Lego Maps Peta Lego - Urutan Simbol Level Atas Bawah
  • Selain menentukan feature (dalam konteks ini kab/kota) mana yang divisualisasikan dengan kesan lebih tinggi, jika diperhatikan dari kedua hasil di atas juga terdapat perbedaan bentuk/batas tiap featurenya. Mengapa bisa begitu?
  • Untuk menjawabnya, silakan lakukan dissolve berdasarkan kabupaten/kota pada layer grid. Hasilnya kurang lebih akan seperti gambar di bawah ini, yang mana tiap garis batas wilayah memiliki dua nilai (identify untuk melihatnya). Dengan demikian layer mana yang diatur untuk berada diposisi atas akan mempengaruhi bentuk dari legonya.
Tutorial Membuat Lego Maps Peta Lego - Identify hasil proses dissolve
  • Masalah perbedaan bentuk feature (batas kab/kota) ini pada dasarnya lebih serius ketimbang penentuan urutan posisi (meskipun urutan ini juga mempengaruhi bentuk). Salah satu contohnya terlihat pada peta lego dengan urutan posisi rendah ke tinggi, tepatnya bagian atas Provinsi Kalimantan Tengah. Terdapat lego 1 x 2 warna hijau menyelip di atas batas warna merah (Kab. Murung Raya dan Katingan), yang seharusnya lego tersebut menyatu dengan Kabupaten Gunung Mas alias bagian lego berwarna hijau di bawahnya.
Tutorial Membuat Lego Maps Peta Lego - Urutan Simbol Atas Bawah - Cleaning Data
  • Kondisi anomali seperti ini bisa diperbaiki dengan menghapus atribut dari Kab. Murung Raya dan Katingan, sehingga visualisasi Kabupaten Gunung Mas yang terlihat. (Ingat! Bahwa tiap garis batas feature kab/kota memiliki dua nilai atribut, sebagimana terlihat pada layer dissolve).
  • Lakukan perbaikan atribut yang sama pada layer centroids juga supaya simbolisasinya juga sesuai/sama.
  • Berikut adalah hasil dari lego map. Beberapa pengaturan optional akan coba dijelaskan di part 2 tutorial membuat lego map.
Hasil-Peta-Lego-Lego-Maps-menggunakan-QGIS

Pertanyaan, saran, tanggapan silakan sampaikan melalui kolom komentar di bawah, yak. Kalau dirasa bermanfaat, boleh kiranya bantu untuk dishare. Terimakasih.

READ  Cara Mengubah Gambar/Foto Bergeotag Menjadi Points (shp, kml, dll)

Referensi https://medium.com/@andriyyaremenko/how-to-create-lego-map-style-in-qgis-a8ecf42d02ef

Tags: lego style map, peta lego, qgis, simbol lego, tutorial qgis, visualisasi peta Categories: GIS, QGIS, Tutorial, tutorial qgis, Visualisasi Peta
share TWEET PIN IT share share
identicon Rifki Fauzi

Alumni kampus biasa-biasa saja, yang mulai menemukan minatnya di dunia pemetaaan, khususnya WebGIS.

Related Posts
Leave a reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *