Cara Membuat Visualisasi Anaglip dengan Ilwis

Cara Membuat Visualisasi Anaglip dengan Ilwis

August 11, 2017 57 0

ILWIS (Integrated Land and Water Information System) adalah perangkat lunak non komersial yang diperuntukkan pada Sistem Informasi Geografi (SIG) dan pengolahan citra (image processing). Perangkat lunak ini dibuat oleh International Institute for Geo-information Sciences and Earth Observation (ITC), Enschede Belanda.

Sebagai software image processing gratis yang cukup banyak digunakan dalam analisis citra penginderaan jauh, ILWIS dapat digunakan pula untuk membuat visualisasi 3D relief permukaan bumi secara anaglyph dengan data satelit.  Anaglip sendiri adalah salah satu metode visualisasi tiga dimensi menggunakan konsep filter warna. Beberapa filter warna yang cukup sering digunakan adalah merah-cyan (red-cyan), hijau-magenta (green-magenta), dan kuning-biru (amber-blue).

Tutorial ini akan membahas bagaimana cara membuat visualisasi permukaan bumi secara 3D dengan menggunakan metode anaglyph. Tujuaannya sendiri cukup simpel, yakni agar semakin banyak yang tahu bahwa sebenarnya ada metode lain selain hillshade dan animasi 3 dimensi yang bisa digunakan untuk membuat citra 3D. Ok, langsung saja masuk ke bagian detailnya:

  • Bagi yang belum punya softwarenya, silakan download dan install dulu perangkat lunak ILWIS. Materialnya ada di sini www.itc.nl/ilwis
  • Versi ILWIS yang digunakan dalam tutorial ini adalah  3.3 Academic. Bisa dikatakan versi yang lama, karena sekarang sudah ada yang ILWIS 4 Early Access. Mengapa tidak pakai yang versi terbaru? simpel saja, karena belum pernah mencoba membuat anaglip dengan versi 4. Terlebih, kalau ada yang sudah pernah install, interfacenya jauh berbeda dengan yang versi 3.3.
  • Setalah diinstall, sebaiknya lakukan update service pack 3.31
  • Jalankan perangkat lunak ILWIS
  • Secara teknis, pembuatan Anaglyph di ILWIS dapat dilakukan dengan dua metode yakni dengan ‘Epipolar Stereo Pair’ dan ‘Stereo Pair From DTM’.
READ  Relief Permukaan Bumi 3D Anaglyph Menggunakan TNTgis (TNTmips Free)

Stereo Pair From DTM

Pembuatannya dilakukan dengan ‘bahan dasar’ citra visualisasi dan citra data elevasi. Citra visualisasi dapat berasal dari landsat 8, ASTER 1T, atau Sentinel 2A. Citra visualisasi sebaiknya diambil satu band saja (yang dianggap paling baik), karena jika dikompositkan, warna-warni kenampakan yang dihasillkan pada citra komposit kemungkinan besar justru mengganggu visualisasi anaglyph. Ingat! Anaglyph menggunakan konsep filter warna untuk menampilkan kesan 3D. Adapun citra data elevasi bisa berupa SRTM, ASTER GDEM, Alos Palsar, Terrasar-X, dll. Resolusi spasial citra visualisasi dan data elevasi bisa berbeda, namun sebaiknya sama atau mendekati, supaya satu piksel data elevasi mewakili satu piksel kenampakan pada citra visualisasi. Selain itu, area kajian dari citra visualisasi dengan data elevasi sebaiknya sama (bertampalan 100%).

  • Import citra ke dalam ILWIS, (tutorial ini menggunakan data Landsat 8 dan SRTM v.3 1 arcsecond).
READ  Membuat WebGIS Interaktif dengan CARTO Editor/Builder (Tanpa Koding)

Import Data

  • Lakukan proses ‘Stereo Pair From DTM’, klik ‘show’, dan tunggu prosesnya (proses semakin lama jika pengaturan ‘Resample Modus: Accurate’, area kajian semakin luas, dan resolusi spasial citra tinggi).

Stereo Pair from DTM

  • Hasil tidak langsung berupa visualisasi anaglyph, malainkan file gambar stereo.

Gambar Stereo

  • Klik kanan pada file stereo yang memiliki icon mata, kemudian pilih ‘Visualization’ dan ‘as Anaglyph’. Sekedar info, ‘with Stereoscope’ digunakan untuk menampilkan gambar dalam perspektif kanan dan kiri (diperlukan stereoskop cermin ataupun saku) untuk mengamati kesan 3 dimensinya).

Tampilan Anaglip

  • Pilih filter warna anaglyph yang akan digunakan, bisa merah-hijau (magenta-hijau) dan merah-biru (merah-cyan). Sayangnya tidak ada untuk filter warna amber/kuning-biru ☹.

Display Options

  • Hasil visualisasi anaglyph

Citra Anaglyph Hasil

 

  • Buat layout untuk visualisasi anaglyph

Layout Citra 3D

  • Print (bisa langsung dalam kertas cetak atau *.pdf) atau export to bitmap (*.bmp)

 

Print Anaglyph

Opipolar Stereo Pair

Dalam metode ini diperlukan penentuan Fiducial Marks, Principle Point (PP), Transferred Principle Point, Scalling Points. Opipolar Stereo Pair tergolong ribet secara teknis, terbukti sampai sekarang Saya pribadi belum berhasil membuat visualisasi anaglyph dengan cara ini di ILWIS. Secara teoritis metode ini kurang lebih seperti ini:

READ  Cara Mudah Membuat WebGIS dengan Google Maps API

Pembuatan anaglip metode Opipolar Stereo Pair dilakukan dengan ‘bahan dasar’ citra visualisasi yang diambil dari 2 sudut pandang berbeda. Contoh data citra visualisasi diantaranya landsat 8, ASTER 1T, Sentinel 2A, dll. Dari salah satu jenis citra tersebut diambil dua lembar citra dengan area kajian berbeda, namun memiliki area yang bertampalan. Dengan demikian dihasilkanlah dua lembar citra dengan area kajian sama (dicrop/potong pada area pertampalan), namun diambil dari sudut pandang yang berbeda (karena semula dari scene yang berbeda). Kedua citra itulah yang kemudian di‘import’ ke ILWIS dan kemudian dijadikan input pembuatan anaglyph.

Terlepas dari itu, setiap citra sebaiknya diambil satu band saja (yang dianggap paling baik), karena jika dikompositkan, warna-warni kenampakan yang dihasillkan pada citra komposit kemungkinan besar justru mengganggu visualisasi anaglyph. Ingat! Anaglyph menggunakan konsep filter warna untuk menampilkan kesan 3D.

Cara Membuat Visualisasi Anaglip dengan Ilwis
5 (100%) 7 votes

Tags: anaglyph imagery, citra anaglip, filter warna, ilwis, visualisasi 3 dimensi Categories: Citra Penginderaan Jauh, Tutorial, Tutorial Anaglyph
share TWEET PIN IT SHARE share share
mm Rifki Fauzi

Seorang mahasiswa di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, yang mulai menemukan minatnya di dunia pemetaaan, khususnya WebGIS. Sejauh ini cukup paham dengan Geoserver, MS4W, Arcgis Server, Leaflet Js, Openlayers, Google Map API, PostGIS/PostgreSQL, dan SQL Server.

Related Posts
Leave a reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *