Cara Membuat Tampilan Citra secara Anaglip dengan MicroDEM

Cara Membuat Tampilan Citra secara Anaglip dengan MicroDEM

August 11, 2017 82 0

Microdem (for Microcomputer Digital Elevation Models) merupakan software Sistem Informasi Geografi (SIG) yang bersifat free atau dapat digunakan secara gratis. Berbeda dengan perangkat lunak opensource, pada perangkat lunak freeware pengguna tidak dapat mengembangkan programnya secara mandiri. Microdem dibuat dan dipublikasikan oleh Professor Peter Gruth dari Departemen Oseanografi, United States Naval Academy (USNA) dan dapat diunduh melalui website USNA.

Salah satu kemampuan dari MicroDEM adalah dapat digunakan untuk membuat visualisasi citra anaglip (anaglyph). Anaglip sendiri adalah salah satu metode visualisasi tiga dimensi, yang bisa dikatakan jadul. Dikatakan jadul karena penemuannya sudah sejak abad ke-18, sedangkan metode visualisasi 3 dimensi yang populer saat ini adalah polarisasi, dan mungkin juga metode citra bertampalan dengan stereoskop. Hanya saja metode tersebut relatif mahal dari sisi harga alat bantu pengamatannya, sehingga kemungkinan besar tidak semua orang memiliki akses pada metode visualisasi tersebut. Berbeda dengan metode anaglyph yang sangat murah. Bahkan alat bantu pengamatannya bisa dibuat sendiri. Kalaupun terpaksa beli, yang seharga 5 ribuan rupiah juga ada. Di lain sisi, penggunaan anaglyph hingga sekarang cenderung pada bidang perfilman, dengan kata lain belum banyak diadopsi pada citra satelit penginderaan jauh.

READ  Tutorial Membuat WebGIS Sederhana dengan QGIS2Web (Leaflet dan Openlayer/OL3)

Tutorial kali ini akan membahas bagaimana cara membuat visualisasi permukaan bumi secara 3D dengan menggunakan metode anaglyph. Berikut adalah detail langkah-langkahnya:

  • Pastikan dulu komputer/laptop sudah terinstall software MicroDEM. Bagi yang belum, silakan download dan install perangkat lunak MicroDEM, materialnya ada di sini: www.usna.edu
  • Setelah menginstall, sebaiknya update juga ‘Help File’nya. Untuk tutorialnya bisa dilihat dihalaman yang sama.
  • Jalankan perangkat lunak MicroDEM
  • Siapkan citra data elevasi, bisa DSM (Digital Surface Model), DTM (Digital Terrain Model), atau DEM (Digital Elevation Model), kemudian masukkan ke dalam MicroDEM. Pada contoh digunakan citra SRTM v.3 (void filled) 1 arcsecond (30 meter) 1 tiled dengan format file Geotiff. Bagi yang belum punya datanya bisa download di GDEX, vertex, atau lainnya.
READ  Cara Download Peta RBI (Rupabumi Indonesia) Digital (shp/gdb) Gratis

Open Image

 

  • Jika ingin mempercepat proses, silakan perkecil area kajiannya sesuai yang dibutuhkan dengan cara melakukan ‘subset’. Untuk mengembalikan pada area kajian semula, bisa dilakukan dengan tool ‘undo subset’.

Subset Image

  • Ubah tampilan DEM dengan klik kanan pada window view DEM, kemudian pilih ‘Map Shading Options’

Map Shading Options

  • Pilih ‘Reflectance’ pada kolom ‘DEM color merge’, kemudian klik ’OK’

 

Reflectance

  • Kemudian aktifkan tool ‘Make an Anaglyph’ untuk mengubah tampilan menjadi visualisasi 3 dimensi anaglip

 

Make Map Anaglyph

  • Untuk menambahkan grid, silakan klik kanan pada window view Anaglyph, kemudian pilih ‘Grid/graticule’

 

Grid dan Graticule

  • (Optional) Pilih tipe grid yang akan ditampilkan (UTM, Lat/Long, atau keduanya), serta model grid yang digunakan (berupa garis atau ticks).
READ  Cara Mudah Membuat WebGIS dengan Google Maps API

Lines or Ticks

  • Save Image, bisa dalam format *.jpg, *.bmp, *.gif, atau *.png

Save Image

Catatan: kesan 3 dimensi pada citra dapat muncul ketika pengamatan dilakukan menggunakan lensa filter warna anaglyph. Adapun filter warna yang digunakan sesuai dengan pada visualisasi citra, yakni merah-cyan. Lensa filter warna anaglyph dapat dibuat sendiri dengan plastik mika, atau membeli di toko-toko online.
Cara Membuat Tampilan Citra secara Anaglip dengan MicroDEM
5 (100%) 8 votes

Tags: anaglyph imagery, citra anaglip, filter warna, visualisasi 3 dimensi Categories: Citra Penginderaan Jauh, Tutorial, Tutorial Anaglyph
share TWEET PIN IT SHARE share share
mm Rifki Fauzi

Seorang mahasiswa di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, yang mulai menemukan minatnya di dunia pemetaaan, khususnya WebGIS. Sejauh ini cukup paham dengan Geoserver, MS4W, Arcgis Server, Leaflet Js, Openlayers, Google Map API, PostGIS/PostgreSQL, dan SQL Server.

Related Posts
Leave a reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *