ILWIS (Integrated Land and Water Information System) adalah perangkat lunak non komersial yang diperuntukkan pada Sistem Informasi Geografi (SIG) dan pengolahan citra (image processing). Perangkat lunak ini dibuat oleh International Institute for Geo-information Sciences and Earth Observation (ITC), Enschede Belanda.
Sebagai software image processing gratis yang cukup banyak digunakan dalam analisis citra penginderaan jauh, ILWIS dapat digunakan pula untuk membuat visualisasi 3D relief permukaan bumi secara anaglyph dengan data satelit. Anaglip sendiri adalah salah satu metode visualisasi tiga dimensi menggunakan konsep filter warna. Beberapa filter warna yang cukup sering digunakan adalah merah-cyan (red-cyan), hijau-magenta (green-magenta), dan kuning-biru (amber-blue).
Tutorial ini akan membahas bagaimana cara membuat visualisasi permukaan bumi secara 3D dengan menggunakan metode anaglip (anaglyph). Tujuaannya sendiri cukup simpel, yakni agar semakin banyak yang tahu bahwa sebenarnya ada metode lain selain hillshade dan animasi 3 dimensi yang bisa digunakan untuk membuat citra 3D. Ok, langsung saja masuk ke bagian detailnya:
Stereo Pair From DTM
Pembuatannya dilakukan dengan ‘bahan dasar’ citra visualisasi dan citra data elevasi. Citra visualisasi dapat berasal dari landsat 8, ASTER 1T, atau Sentinel 2A. Citra visualisasi sebaiknya diambil satu band saja (yang dianggap paling baik), karena jika dikompositkan, warna-warni kenampakan yang dihasillkan pada citra komposit kemungkinan besar justru mengganggu visualisasi anaglyph. Ingat! Anaglyph menggunakan konsep filter warna untuk menampilkan kesan 3D. Adapun citra data elevasi bisa berupa SRTM, ASTER GDEM, Alos Palsar, Terrasar-X, dll. Resolusi spasial citra visualisasi dan data elevasi bisa berbeda, namun sebaiknya sama atau mendekati, supaya satu piksel data elevasi mewakili satu piksel kenampakan pada citra visualisasi. Selain itu, area kajian dari citra visualisasi dengan data elevasi sebaiknya sama (bertampalan 100%).








Opipolar Stereo Pair
Dalam metode ini diperlukan penentuan Fiducial Marks, Principle Point (PP), Transferred Principle Point, Scalling Points. Opipolar Stereo Pair tergolong ribet secara teknis, terbukti sampai sekarang Saya pribadi belum berhasil membuat visualisasi anaglyph dengan cara ini di ILWIS. Secara teoritis metode ini kurang lebih seperti ini:
Pembuatan anaglip metode Opipolar Stereo Pair dilakukan dengan ‘bahan dasar’ citra visualisasi yang diambil dari 2 sudut pandang berbeda. Contoh data citra visualisasi diantaranya landsat 8, ASTER 1T, Sentinel 2A, dll. Dari salah satu jenis citra tersebut diambil dua lembar citra dengan area kajian berbeda, namun memiliki area yang bertampalan. Dengan demikian dihasilkanlah dua lembar citra dengan area kajian sama (dicrop/potong pada area pertampalan), namun diambil dari sudut pandang yang berbeda (karena semula dari scene yang berbeda). Kedua citra itulah yang kemudian di‘import’ ke ILWIS dan kemudian dijadikan input pembuatan anaglyph.
Terlepas dari itu, setiap citra sebaiknya diambil satu band saja (yang dianggap paling baik), karena jika dikompositkan, warna-warni kenampakan yang dihasillkan pada citra komposit kemungkinan besar justru mengganggu visualisasi anaglyph. Ingat! Anaglyph menggunakan konsep filter warna untuk menampilkan kesan 3D.
Relief Permukaan Bumi 3D Anaglyph Menggunakan TNTgis (TNTmips Free) | Spasialkan! -
[…] membaca konsep dan teori singkatnya dibeberapa tutorial anaglyph sebelumnya, di sini: ILWIS | 3DEM | […] [ReadMore : Relief Permukaan Bumi 3D Anaglyph Menggunakan TNTgis (TNTmips Free) | Spasialkan!]