Anda Orang Tua? Yuk Hindari Anak Hilang dan Membolos Sekolah dengan Geospasial

Kasus pelajar hilang maupun membolos sekolah agaknya merupakan ironi di kalangan pelajar Indonesia, tentunya disamping persoalan tawuran dan aksi kenakalan remaja lainnya. Berita terkait masalah ini bahkan bisa dengan mudah kita temui di berbagai media mulai dari lokal hingga nasional, baik itu media cetak ataupun elektronik. Di sepanjang tahun 2017 ini (Januari – September) saja kita bisa menemukan sedikitnya 101 berita mengenai kasus pelajar membolos sekolah dan 29 berita kasus pelajar hilang atau diculik di mesin pencari Google. Jumlah tersebut sudah pasti masih jauh lebih sedikit dari apa yang sebenarnya terjadi dilapangan, mengingat tidak semua kasus diberitakan.

Data berkaitan dengan berita pelajar hilang dan membolos sekolah dapat dilihat pada tabel dan webgis dibawah ini:

Klik untuk Lihat: Data Kasus Pelajar Bolos Sekolah 2017
Klik untuk Lihat: Data Kejadian Pelajar Hilang atau Diculik 2017

KLIK UNTUK MELIHAT DATA DALAM BENTUK WEBGIShttps://maps.spasialkan.com/gayahidupspasial/

Salah satu aspek yang menyebabkan tingginya angka pelajar hilang ataupun melakukan aksi bolos sekolah di Indonesia adalah kurangnya perhatian dan pengawasan orangtua terhadap anak. Hal ini bisa disebabkan oleh kesibukan orangtua dengan pekerjaannya, sehingga waktu untuk memantau aktivitas anak menjadi minim. Di lain sisi, kalaupun orang tua tidak sibuk, untuk anak yang sudah menginjak usia SMP atau SMA juga tidak mungkin untuk didampingi pada setiap detail aktivitasnya.

Perkembangan teknologi, terutama didunia komunikasi dan geospasial pada dasarnya dapat dimanfaatkan untuk mengurangi kasus pelajar membolos maupun hilang atau diculik, yakni dengan membantu pemantauan aktivitas anak, tanpa harus berada disamping anak setiap saat. Pemantauan sangat mudah dilakukan, mengingat perangkat yang dibutuhkan hampir setiap pelajar dan orang tua sudah memiliki dan mampu mengoperasikannya, yakni smartphone.

Smartphone (apapun merknya) mempunyai fitur location, yang bagi sebagian orang mungkin belum banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Fitur location ketika diaktifkan akan memberikan informasi mengenai lokasi absolut (berbasis pada koordinat lintang-bujur bumi) smartphone beserta penggunanya. Informasi posisi ini dapat dibagikan kepada orang lain dengan memanfaatkan koneksi internet dan aplikasi pendukung. Prinsip berbagi lokasi inilah yang kemudian dapat ditarik untuk membantu orang tua memantau aktivitas anaknya, mulai dari berangkat sekolah, berbagai kegiatan diluar sekolah, hingga pulang kembali ke rumah.

Terdapat cukup banyak aplikasi dengan fitur berbagi lokasi realtime yang bisa diunduh gratis melalui toko aplikasi, seperti ‘Google Play Store’. Beberapa diantaranya adalah Google Maps, Trusted Contact, Life360, Zenly, Bosco, dan Glympse. Penggunaan aplikasi ini dapat memfasilitasi orang tua (kapanpun dan dimanapun) untuk tetap memastikan bahwa

  • ketika anaknya pamit berangkat sekolah maka benar-benar menuju sekolah, bukan tempat bermain seperti warnet dan game center atau nongkrong di mall.
  • anak tidak pergi ketempat-tempat yang berbahaya bagi tumbuhkembangnya selepas kegiatan sekolah.
  • ketika anak hilang/diculik dapat diketahui keberadaanya realtime, atau setidaknya posisi terakhirnya.

Bagi orang tua, berikut adalah deskripsi dan tutorial singkat terkait aplikasi share location untuk mengawasi posisi anak (pelajar):

  • Google Maps

Sekitar bulan Maret lalu, Google memperkenalkan fitur baru pada aplikasi Maps-nya, yakni ‘Share Location’. Dengan menggunakan fitur ini, kita dapat mengetahui posisi orang lain (yang terhubung) secara realtime tanpa harus bertanya “kamu lagi dimana sekarang?” atau meminta “shareloc dong” (sumbernya). Bagi orang tua yang ingin memantau posisi anaknya, bisa melakukan pengaturan berikut:

  • Trusted Contact                                                                                                                                             

Aplikasi ini juga besutan Google, hanya saja khusus untuk berbagi lokasi antara Anda dengan orang yang Anda cintai (dalam hal ini anak). Berikut langkah-langkah pengaturannya:

  • Life360

Sedikit berbeda dengan dua aplikasi di atas, Life360 memungkinkan untuk melihat history posisi orang lain dalam 2 hari terakhir (versi free) dan 30 hari terakhir (versi berbayar). Berikut langkah-langkah pengaturannya:

  • Zenly

Seperti halnya Life360, aplikasi ini juga dilengkapi fitur grup dan chatting. Simak langkah-langkah pengaturannya berikut.

  • Bosco

Keunikan dari Bosco adalah perbedaan tipe aplikasi yang diinstall pada smartphone anak dan orang tua. Aplikasi Bosco dismartphone anak fiturnya sangat terbatas, bahkan bisa dibilang kendalinya ada pada smartphone orang tua, karena untuk menguninstallnya harus melalui persetujuan Bosco dismartphone orang tua. Simak langkah-langkah pengaturannya berikut:

  • Glympse

Berikut langkah-langkah pengaturan untuk melakukan pemantauan posisi anak dengan ‘Glympse’:

 

Selain berbagai aplikasi pelacak lokasi realtime diatas (yang merupakan aplikasi buatan luar negeri), di Indonesia atau tepatnya di Bandung sebenarnya juga sudah memanfaatkan teknologi ini untuk memantau keberadaan siswa-siswi, apakah membolos atau tidak. Pada tanggal 22 Mei 2017, Wali Kota Bandung (M. Ridwan Kamil) meluncurkan aplikasi Toong (‘Toong’ dalam bahasa Sunda berarti ‘intip’) Siswa atau disebut juga dengan Tongsis (sumber). “Sekarang orang tua siswa di Kota Bandung bisa mendeteksi dimana lokasi anaknya jika bolos atau pulang sekolah. Menggunakan apps di smartphone bernama Tongsis (Toong Siswa),” tulis Ridwan Kamil dalam akun instagramnya (22 Mei 2017).

 

Lacak Posisi_Tongsis Bandung_Ridwan Kamil_1
Lacak Posisi_Tongsis Bandung_Ridwan Kamil_2
Lacak Posisi_Tongsis Bandung_Ridwan Kamil_3

Pengembangan aplikasi semacam ini pada dasarnya sangat patut untuk dilakukan pula di daerah-daerah lain di Indonesia, tidak hanya di Bandung. Sehingga teknologi geospasial yang di berbagai negara luar sana sudah banyak dimaksimalkan, bisa dimanfaatkan pula di Indonesia, tidak hanya untuk kepentingan akedemisi ataupun pemerintah, melainkan juga dalam kehidupan sehari-hari (lifestyle), khususnya untuk memantau keberadaan anak (pelajar) supaya tidak membolos sekolah atau hilang diculik.

Anda Orang Tua? Yuk Hindari Anak Hilang dan Membolos Sekolah dengan Geospasial
4.9 (98.57%) 14 votes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *