Meningkatkan Efektifitas Pengiriman Barang/Paket dengan Posisi Koordinat

Dalam ilmu kartografi, posisi bisa dijabarkan dengan mendasarkan pada setidaknya dua parameter atau pembeda. Pertama, berdasarkan sifatnya posisi dibedakan menjadi absolut dan relatif. Kedua, berdasarkan sudut pandang distribusi obyek di permukaan bumi posisi dibedakan menjadi horisontal, vertikal, dan temporal. Posisi absolut adalah posisi tetap yang mengacu pada garis astronomis (misalnya 7°25’39.8″S 111°01’24.5″E atau -7.427720, 111.023458), sedangkan posisi relatif menggunakan acuan obyek lain disekitarnya (misalnya 100 meter utara Alun-alun Sragen).

Alamat rumah, seperti Jalan Anggrek No.5 Kecamatan Pandeyan, pada dasarnya bisa dikategorikan sebagai posisi yang absolut karena lokasinya tetap dan jelas. Namun demikian, penunjukan lokasi dengan alamat seringkali kurang efektif karena pada kenyataannya tidak semua orang mudah menemukan lokasi dalam bentuk alamat, terlebih orang asing (pendatang) di daerah tersebut. Oleh karenanya, tidak jarang kemudian dalam penulisan alamat juga disematkan posisi relatifnya dengan mengacu pada obyek besar (mudah dan sudah dikenal banyak orang) disekitarnya.

Ditengah semakin menjamurnya jual-beli online, tentu semakin banyak pula kegiatan mencari alamat rumah untuk mengantarkan barang/paket, setidaknya oleh orang atau jasa yang bekerja dibidang ini. Banyaknya barang/paket yang harus dikirim disadari atau tidak telah menuntut adanya peningkatan efektifitas dalam proses pengirimannya. Konsep GPS (Gunakan Penduduk Sekitar) yang sampai saat ini masih sering dilakukan oleh orang atau jasa pengiriman barang dalam mencari alamat tujuan adalah bentuk belum efektifnya proses pengiriman. Permasalahan ini bisa berawal dari penggunaan alamat tujuan yang masih menggunakan metode lama.

Penggunaan alamat tujuan yang hanya mengandalkan metode lama, seperti Jalan Anggrek No.5 Kecamatan Pandeyan, khususnya untuk konteks kirim-mengirim barang/paket agaknya pada era saat ini tergolong kurang efektif. Hal ini bisa dipengaruhi oleh faktor-faktor yang antara lain:

  1. Beberapa area permukiman tidak terdapat plang nama jalan dan nomor rumah,
  2. Pembangunan rumah semakin banyak sehingga penomoran rumah seringkali menjadi tidak teratur atau tidak urut dari satu rumah ke rumah yang lainnya, bahkan tak jarang ditemui pembagian dengan huruf, seperti No.5A, 5B, 5C, dst. Akhirnya, untuk menemukan alamat yang tepat terkadang harus bertanya dulu pada penduduk sekitar, yang cenderung memperlambat proses pengiriman barang.
  3. Penggunaan posisi absolut yakni dengan mendasarkan pada koordinat lintang bujur (garis astronomis) lebih mudah ditemukan dan sejalan dengan perkembangan teknologi.

Posisi yang absolut (mengacu pada koordinat lintang-bujur bumi) sudah banyak digunakan dalam fitur berbagi lokasi (share location) di berbagai aplikasi chatting. Adanya jaringan internet yang mudah diakses serta fitur location pada smartphone membuat share location dengan koordinat lebih banyak digunakan daripada berbagi lokasi dengan alamat, meskipun terkadang alamat dan koordinat digunakan secara bersamaan.

Penulisan posisi rumah yang memadukan antara alamat dan koordinat adalah solusi untuk efektifitas pengiriman barang/paket. Terlebih posisi berupa koordinat tidak harus dituliskan dalam bentuk angka-angka, kita dapat memanfaatkan QRCode untuk menampilkannya, sehingga cukup discan menggunakan kamera smartphone akan langsung dapat dibuka melalui aplikasi navigasi seperti Google Maps, OsmAnd, dll.

Pembuatan QRCode yang berisikan informasi koordinat dapat dilakukan dengan mudah, yang beberapa diantaranya bisa melalui website-website di bawah ini:

Adapun tutorial pembuatannya bisa disimak langsung melalui video berikut:

 

Dan berikut ini adalah contoh penerapannya:

Masyarakat baik sebagai pihak pengirim dan penerima barang ataupun jasa pengiriman sudah barang tentu harus menganggap ini sebagai bagian dari gaya hidup modern, mengingat dengan cara inilah proses pengiriman barang/paket di tengah boomingnya jual-beli online menjadi lebih efektif dan efisien. Pihak pengirim dan penerima sama-sama harus mau mencari posisi koordinat rumahnya untuk kemudian disertakan (dalam bentuk QRCode) bersama detail alamatnya. Pihak jasa pengiriman barang juga harus memberikan pengarahan kepada karyawannya terkait bagaimana penggunaan QRCode tersebut untuk kemudian dapat menunjukkan rute ke lokasi tujuan. Akhirnya, proses pengiriman barang tidak lagi memanfaatkan GPS (Gunakan Penduduk Sekitar), namun beralih dengan memanfaatkan GPS (Global Positioning System).

Berikut ini adalah contoh cara pembacaan koordinat lokasi dalam bentuk QRCode melalui smartphone hingga menghasilkan rute menuju tujuan:

 

Di Indonesia, Penggunaan metode pengiriman dengan mengacu pada koordinat antara lain sudah dilakukan oleh GoJek pada fitur GoSendnya dan Grab pada GrabParcelnya, meskipun bukan dalam bentuk QRCode. Sedangkan terkait situs jual-beli online, yang sudah memberikan opsi posisi tujuan berupa koordinat selain berupa alamat adalah Bukalapak, Tokopedia, dan Shoppee.

Meningkatkan Efektifitas Pengiriman Barang/Paket dengan Posisi Koordinat
4.9 (98.18%) 11 votes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *