Membuat WebGIS Interaktif dengan CARTO Editor/Builder (Tanpa Koding)

May 23, 2018 94 0

Ada yang pernah mendengar istilah CartoDB? Bagi yang sudah malang melintang dijagat Sistem Informasi Geografis (SIG) dan pemetaan setidaknya sejak lima tahun yang lalu tentu banyak yang sudah familiar. Yak, CartoDB, platform yang memberikan sarana membuat peta dan visualisasi data-data berbasis lokasi (spasial). CartoDB, sebagaimana ditulis dalam blognya, melakukan rebranding menjadi CARTO pada 7 Juli 2016. Secara sekilas, yang tampak dari rebranding tersebut adalah dihilangkannya akronim database (DB) dan diubahnya tulisan carto menjadi huruf kapital semua. Apa maksud dari perubahan tulisan brand tersebut? Silakan dicari tahu sendiri ya, karena memang kita tidak akan mengupas permasalahan itu pada tulisan ini.

Bahasan dalam postingan ini berkaitan dengan produk yang mulai diperkenalkan bersamaan proses rebranding CartoDB menjadi CARTO, yakni CARTO Builder. Singkatnya, CARTO Builder ini adalah alat untuk membuat visualisasi dan analisis data spasial berbasis web yang modelnya drag and drop. Jadi, pengguna tidak perlu paham bahasa pemograman sama sekali untuk dapat mengolah data spasial yang dimilikinya. Simpel.

Lalu bagaimana caranya memvisualisasikan data spasial yang kita miliki ke dalam bentuk webgis interaktif dengan memanfaatkan CARTO Builder ini? Mari kita sedikit serius.

Pertama, siapkan dulu data spasial digital yang akan kita mainkan. Format filenya bisa .zip (setidaknya berisi .shp, .shx, .prj dan .dbf), Keyhole Markup Language (KML), Keyhole Markup language Zipped (KMZ), GeoJSON, CSV (Comma-Separated Values atau TSV, Tab-Separated Values), Spreadsheets (Excel atau OpenDocument), GPX (GPS Exchange Format), file OSM (.osm), dan MapInfo (.DAT, .ID, .MAP, .TAB) dalam format terkompresi .zip atau .gz. Cukup beragam bukan? Bahkan kalau datanya ada di ArcGIS Server, tinggal siapkan saja URLnya.

READ  Cara Mudah Membuat WebGIS dengan Google Maps API

Bagi yang belum menyiapkan data, silakan gunakan data sampel dalam tutorial ini yang bisa diunduh melalui link berikut:

Berikut adalah detail tutorial pembuatan webgis dengan CARTO Builder:

  • Login ke halaman cartodotcom, bagi yang belum memiliki akun silakan buat dulu ya. Kalau ada uang bisa pilih yang akun professional atau enterprise, tapi kalau mau yang free untuk lebih dari sekedar belajar sebenarnya juga sudah sangat cukup karena space yang diberikan 250 MB.
  • Masuk ke halaman “Datasets” kemudian unggah data yang akan diolah. Sebagai contoh dalam tutorial ini data yang digunakan adalah sebaran titik gempa bumi di Indonesia sejak 1 Januari hingga 19 Mei 2018. Data ini diperoleh dari USGS dan memiliki beberapa informasi, mulai dari magtitude, lokasi, hingga waktu terjadinya.
READ  Tutorial WebGIS Visualisasi 3 Dimensi dengan MapBox

datasets

  • Create Map dengan menggunakan data yang sudah diunggah.

Create maps

  • Pada halaman visualisasi, lakukan beberapa pengaturan:
  1. Menambahkan judul peta, deskripsi, dan tags
  2. Menambahkan elemen, melakukan preview peta, dan eksport peta dalam bentuk gambar
  3. Mengganti basemaps
  4. Memilih fitur-fitur apa saja yang akan disematkan di dalam webgis
  5. Melihat tabel atribut dari data spasial
  6. Menambah layer/datasets, menambahkan data pada layer yang sudah ditambahkan, melakukan filter data, mengatur legenda, query, mengatur popup label (infowindow), hingga simbolisasi.
  7. Mengedit dan mempublikasikan hasil.

Edit

  • Kita akan perdalam terkait simbolisasi. Ada 10 pilihan model visualisasi yang bisa digunakan pada data spasial titik, yakni simple, cluster, choropleth, category, bubble, torque, heatmap, torque cat, intensity, dan density. Adapun pada data spasial garis dan area ada 4 pilihan (simple, choropleth, category, dan bubble).
  • Seperti apa contoh dari setiap model visualisasi (dalam hal ini khusus untuk data berupa point)? Simak contoh visualisasi sebaran titik gempabumi di Indonesia tahun 2018 (1 Januari – 19 Mei 2018) di bawah ini:

Visualisasi sebaran titik (metode simple, cluster, heatmap, intensity, dan density)

Visualisasi sebaran beserta atribut kuantitas data (category, choropleth, dan bubble): data atribut ‘mag’ dan ‘magtype’

READ  Tutorial WebGIS Animasi 3 Dimensi dengan QGIS2ThreeJS

Visualisasi sebaran beserta atribut waktu (torque dan torque cat): data atribut ‘timeviz’ dan ‘mag’

Contoh di atas masih menggunakan link/URL bawaan dari cartodotcom, yakni diambil dari metode publish ‘Get the link’ dan ‘Embed it’. Lalu bagaimana jika pengen mempublikasikan hasil visualisasinya ke dalam hosting sendiri? Bukan menggunakan <iframe> lho ya tapi 😊. Nah pada kasus inilah kita menggunakan metode publish yang ketiga yakni CartoDB.js. Seperti apa langkah-langkahnya, simak dipostingan ini: Cara Membuat WebGIS CARTO Builder Self-Hosting

Publikasi

Membuat WebGIS Interaktif dengan CARTO Editor/Builder (Tanpa Koding)
4.9 (97.5%) 8 votes

Tags: cara, cara mudah, carto builder, tutorial, webgis Categories: Tutorial, Tutorial WebGIS, WebGIS, WebGIS Indonesia
share TWEET PIN IT SHARE share share
mm Rifki Fauzi

Seorang mahasiswa di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, yang mulai menemukan minatnya di dunia pemetaaan, khususnya WebGIS. Sejauh ini cukup paham dengan Geoserver, MS4W, Arcgis Server, Leaflet Js, Openlayers, Google Map API, PostGIS/PostgreSQL, dan SQL Server.

Related Posts
Leave a reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *